Cerita Humor Lucu

Kumpulan cerita humor dan cerita lucu

Browsing Posts tagged dokter

Seorang “Janda” yang sudah 3 kali kawin-cerai periksa di dokter kandungan. Waktu dokter mau periksa dalam, terjadi percakapan.

Janda : “Hati-hati periksanya ya dok, saya masih ‘perawan‘ lho …!”
Dokter: “Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai 3 kali, mana bisa masih perawan …?”

Janda : “Gini lho dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten.”
Dokter: “Oh gitu, tapi suami ibu yang ke-2 gak impoten kan?”

Janda : “Betul dok, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia.”
Dokter: “Lalu suami ibu yang ke-3 gak impoten dan bukan gay kan?”

Janda : “Betul dok, tapi ternyata dia itu orang ‘partai politik’….”
Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu …?”

Janda : “Dia cuma janji-janji saja dok, ‘gak pernah direalisasikan!!!”
Dokter: “?!?!?!?!????”

Wakakakak

Seorang pria merasa pergelangan tangannya snut-snutan, lalu ia mengunjungi seorang dokter untuk pengobatan.
Pria : “Dok . . pergelangan tangan saya terasa nyeri . . .”
Dokter : “Apa yang telah Bapak lakukan ?”
Pria : “Saya habis bermain tenis. Mungkin karena terlalu memaksa . . . sekarang jadi terasa sakit di sini . .” sambil menunjukan pergelangannya
yang memar.

Dokter : “Kebetulan sekali. Saya punya alat cek up otomatis yang bisa mendeteksi segala jenis penyakit dengan tepat.”
Sambil memberikan sebuah botol, dokter itu kemudian berkata :
“Saya Minta urin (air kencing -Red) Bapak dituangkan di sini.”
Tanpa ragu-ragu pasien tsb membuang urinnya ke botol tsb. Lalu dokter meletakan botol yang telah berisi urin ke sebuah mesin. Mesin berbunyi sebentar, lalu mengeluarkan secarik kertas.
Dokter : “Ini laporannya . . . menurut mesin ini, otot pergelangan tangan anda memang terkilir.”

Pria itu sangat kagum dengan mesin si dokter. Pikirnya hanya dengan urin, maka bisa diketahui penyakit yang tepat. Setelah mendapatkan pengobatan, pria tersebut keluar ruang praktek. Di luar ia bertemu suster yang kemudian
memberikannya sebuah botol yang sama.
Suster : “Bapak kalau ada masalah lagi tidak perlu repot-repot ke sini. Cukup isi botol ini dengan urin Bapak, terus kirim botolnya ke sini untuk diperiksa. ”
Pria itu mengangguk setuju. Beberapa hari kemudian, pria itu berpikir untuk ngerjain si dokter. Dengan mesin canggihnya. Ia meminta anak perempuannya kencing di botol tersebut. Kemudian ia mencampurnya
dengan oli mobil, lalu melakukan [maaf] onani dan mencampur ‘hasilnya’ ke dalam botol. Botol itu kemudian kalau isi dikocok sehingga tercampur merata. Pikirnya, dokter tidak akan tahu urin ini sudah dicampur dengan
berbagai zat. Keesokan harinya ia datang sendiri ke dokter dan menyerahkan botol untuk diperiksa. Setelah menunggu lebih dari 3 jam, akhirnya dokter tersebut ke luar dengan membawa secarik kertas
laporan.

Dokter : “Saya punya berita buruk tentang kesehatan anda !”
Pria sambil tersenyum culas : “Wah . . . ada apa Dok ?
Katakan saja biar saya bisa tahu sekarang.”
Dokter : “Baiklah kalau anda memang bersikeras untuk mengetahuinya.

PERTAMA, anak perempuan anda sedang hamil. KEDUA, mobil anda perlu diganti olinya. Dan yang KETIGA, otot pergelangan tangan anda tidak akan
sembuh kalau anda masih sering onani!”

Seorang wanita yang cantik dan seksi pergi ke Dokter untuk mengkonsultasikan penyakitnya.

Pasien : “Dok, payudaraku kok terasa keras sekali dan sakit ya?”

Kemudian si Dokter mulai memeriksa dengan memegang payudara wanita tersebut untuk beberapa saat, dan si pasien kembali bertanya

Pasien : “Jadi bagaimana dok ?”

Dokter : “Ini sepertinya penyakit menular.  Sekarang penis saya yg keras dan sakit”

Cerita artis porno melahirkan – Seorang perempuan sedang dalam proses melahirkan, dibantu oleh dokter kandungan. Tiba-tiba ia berhenti mengejang dan memanggil dokternya, “Dokter, tolong ya nanti ceritakan setiap bagian tubuh anak saya.” “Lho kenapa?” tanya dokter dengan heran..??

“Mmmhh, saya sebenarnya aktris porno dan anak ini saya dapatkan ketika main dalam blue film. Saya tidak tahu persis siapa ayahnya,” kata perempuan tersebut. Dokter mengangguk mengerti.

Akhirnya ketika kepala si bayi keluar, dokter berkata, “Nah, kepala bayi sudah mulai muncul. Warna rambutnya pirang. Apakah di film itu ada aktor bulenya?” “Ada Dok, makasih.”

“Wah, kulit mukanya agak pucat dan matanya sipit. Apakah ada aktor Cinanya juga?” “Ada Dok, ada..”

“Sekarang keluar dada dan kedua tangannya. Kok warnanya hitam. Ada aktor negronya, ya?” “Iya, ada…”

“Nah, sekarang kakinya. Warnanya coklat sawo matang dan agak pendek. Ada orang Indonesianya rupanya.” “Oh ya cocok….”

Setelah seluruh tubuh bayi keluar, dokter memukul pantatnya dan keluarlah suara tangisnya, “Ooeeeee… Oooeeeeee….”

“Terimakasih, Tuhan (tobat kayaknya sebentar lagi). Aku kira tadi ia akan menggonggong,” desah si ibu baru sambil tersenyum tenang.

Di sebuah RS Bersalin seorang Dokter sedang mendata nama2 bayi yg baru dilahirkan.
Dokter: “Siapa nama anak Ibu?”

Bu Pairan: “LA BARJI.”
Dokter: “Masih turunan Arab rupanya…”
Bu Pairan: “Bukan… karena LA-hir pas le-BAR-an ha-JI.” :)

Bu Badu: “PEDRO CARLOS.”
Dokter: “Pasti turunan Spanyol.”
Bu Badu: “Bukan… itu karena ayahnya PE-rnah DR-op O-ut CAR-ena bo-LOS.” :s

Nona Candra: “LALA KAREN HUGELSAGA.”
Dokter: “Turunan Brazil?”
Nona Candra: “Bukan… LA-gi LA-gi KAREN-a HU-bungan GEL-ap SA-ma tetang-GA.” :(

Ny Dina: “ALYA NANDIKA.”
Dokter: “Aduh cantiknya… apa ada artinya?”
Ny Dina: “AL-hamdulillah bia-YA persPairan-NAN DI-tanggung KA-ntor.” ;)

Ny Euis: “NURDIN HALID.”
Dokter: “Wow… apa anda pengagum ketua PSSI?”
Ny Euis: “Ooo bukan… eta mah karena NUR-unin DI-a N-ampaknya H-al yg p-A-ling su-LID.” =D =))

Ny Rita: “LARS MASARO.”
Dokter: “Turunan Jerman-ItPairan?”
Ny Rita: “Bukan… karena LA-hi-R pa-S MA-lam SA-tu su-RO.” :D

Ny Gadiza Titin: “JASTIN BIBER.”
Dokter: “Pasti fans beratnya Justin Bieber ya…?”
Ny Gadiza Titin: “Bukan… karena ini anaknya JA-ja S-ama ti-TIN B-ikinnya ket-I-ka di jem-BER.” :O

Bu Bejan: “JALIDI.”
Dokter: “Wah… kalo ini Betawi asli, tapi apa ada kepanjangannya juga?”
Bu Bejan: “Ada Non… ja-JAL sekal-I langsung ja-DI.” :/

Ny Lita: “PAIJO.”
Dokter (mulai pusing): “PA-sti I-ki wong JO-wo.” :s
Ny Lita: “Inggih Bu…”.

Adalah sepasang pengantin yang baru saja menikah dan kini baru berada di kamar pengantin saat malam pertama. Pada tengah malam pertama itu, tiba-tiba isterinya mengerang, “Aduh…. Sakit, Bang!”

Sang suami pun kemudian menenangkan isterinya, “Jangan menangis dong Sayang. Nanti ibu dan ayah dengar. Mereka mungkin belum tidur sekarang.

Kebetulan kamar mertua hanya bersebelahan kamar tidur pengantin.

Isterinya tetap terisak-isak mengerang tak mau diam, “Sakitnya, Bang. Gak tahan.”

Karena tidak dapat menahan rasa sakit, sang istri akhirnya tambah kuat mengerangnya. Mau tidak mau, si suami pun berkata dengan suara yang agak keras, “Sabar Sayang! Tahan saja dulu, besok baru dicabut.”

Mertua sang lelaki yang masih belum tidur akhirnya mendengar anak perempuannya mengerang. Namun dia tidak peduli. Biasalah, malam pengantin, pikir sang mertua lelaki.

Namun karena pengantin perempuan terus mengerang, hingga akhirnya sang ayah pun hilang kesabarannya. Dia bangun dan pergi ke kamar sebelah yang digunakan untuk malam pertama anaknya, lantas menendang pintu kamar pengantin.

Dengan rasa geram sang ayah mertua berteriak, “Apa yang terjadi? Tidak mengertikah kamu? Anakku bisa mati kalau besok baru kau dicabut! CABUT SEKARANG JUGA!!!

Terkejutlah kedua pengantin itu. Sambil tersipu malu pengantin perempuan pun berkata kepada ayahnya, “Ayah, sakit gigi tidak akan bisa bikin orang mati. Lagipula, mana ada dokter gigi yang buka 24 jam?”

Sepasang pengantin baru mengalami gangguan kesehatan. Setelah diperiksa dengan teliti, dokter menyimpulkan hal itu disebabkan karena frekuensi hubungan intim yang terlalu tinggi. Kemudian dokter mengatakan, “Sebaiknya, untuk sementara Anda berdua membatasi hubungan intim. Ya… setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Untuk memudahkan mengingat, saya sarankan untuk melakukan hubungan intim hanya pada hari yang berawalan dengan huruf S, seperti hari Senin, Selasa, dan Sabtu!”

Pada minggu pertama dan kedua, pasangan itu masih sanggup mengikuti saran dokter. Namun, pada minggu ketiga, si suami tidak tahan lagi, ia pun mencumbui istrinya. “Ini hari apa ini Mas?” tanya si istri. “Hari Sumat!” seru si suami.