Cerita Humor Lucu

Kumpulan cerita humor dan cerita lucu

Browsing Posts tagged janda

Seorang “Janda” yang sudah 3 kali kawin-cerai periksa di dokter kandungan. Waktu dokter mau periksa dalam, terjadi percakapan.

Janda : “Hati-hati periksanya ya dok, saya masih ‘perawan‘ lho …!”
Dokter: “Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai 3 kali, mana bisa masih perawan …?”

Janda : “Gini lho dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten.”
Dokter: “Oh gitu, tapi suami ibu yang ke-2 gak impoten kan?”

Janda : “Betul dok, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia.”
Dokter: “Lalu suami ibu yang ke-3 gak impoten dan bukan gay kan?”

Janda : “Betul dok, tapi ternyata dia itu orang ‘partai politik’….”
Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu …?”

Janda : “Dia cuma janji-janji saja dok, ‘gak pernah direalisasikan!!!”
Dokter: “?!?!?!?!????”

Wakakakak

Suatu hari ada seorang Atlet Binaraga bernama Upil Hercules lg belanja diwarung,kebetulan si penjaga warung itu seorang janda muda bertubuh sexi tp menderita gangguan pendengaran & agak TelMi.

Upil : “Ada telor Mbak?
Janda : “Apa kang,kurang jelas!
Upil : “Telor Mbak!
Janda : “Gimana kang?
Ga mau bertele-tele Upil langsung membuka lengan bajunya & memperagakan otot tangannya yg menonjol mirip telor.
Janda : “Oo telor,ada kang.Mau beli apa lg?

Upil : “Sekalian tahu deh.
Janda : “Apa kang?
Upil : “Tahuuu Mbak!
Janda : “Gimana kang?
Lalu Upil melepas bajunya & memperlihatkan otot perutnya yg sixpacks mirip tahu.
Janda : “Oo tahu,beli apa lg kang?

Upil : “Terong jg Mbak,kayanya enak oseng2 tahu dicampur terong.
Janda : “Apa kang?
Upil : “Teroong Mbak!
Janda : “Apaan kang,kurang jelas!
Dengan kesal Upil membuka celananya & mempertontonkan isinya.
Janda : “Oo cabe rawit,bilang dong.
Upil : “Cott Lah *nendang kursi*

Wakakkaka

Mengandalkan kekayaan orang tuanya, walaupun sekolahnya drop-out, David tidak merasa rendah diri. Bahkan ia berhasil mengawini dengan bangga seorang janda muda yang cantik.

Resikonya, sang istri kelihatan tidak pernah merasa puas. Dan saat ini David mulai mengungkapkan perasaannya:

David: “Tapi, sayangku!” rayunya. “Aku sudah melakukan segala sesuatu yang aku bisa untuk membuatmu bahagia. Terutama sejak malam pertama kita, sayangku.”

Sang istri: “Tapi engkau tidak melakukan satu hal seperti yang dilakukan suami pertamaku untuk membuatku bahagia.” jawab sang istri.

David: “Sebutkan saja apa itu, sayang.” kata David dengan nada merayu.

Sang istri: “Meninggal.” jawabnya bahagia.