Cerita Humor Lucu

Kumpulan cerita humor dan cerita lucu

Browsing Posts tagged pasangan

1. Gak Ada Momen Romantis yang Akan Kalian Lewatkan.
Karena dia ke mana-mana bawa kamera, kamu gak bakal ketinggalan momen penting tiap kali kamu jalan bareng dia. Pacar fotografer selalu siap mengabadikan kejadian lucu, seru, dan emosional — bahkan saat kamu nggak menyadarinya. Tahu-tahu, foto manis kamu dengannya saat liburan kemarin menangkap matamu, dicetak rapi dan terpajang dengan pigura kayu mungil di ujung kamarnya.

2. Pacaran sama fotografer itu simple, hadiah ultahnya aja gampang dicari.
Pusing tujuh keliling mencari kado yang pas buat pacar? Kalau pacaran sama fotografer, kamu gak usah pusing lagi. Cukup mudah kok untuk bikin dia bahagia. Beri saja hadiah yang berhubungan dengan fotografi. Jika kamera Leica terlalu mahal, kamu bisa menghadiahkan aksesorisnya dulu. Dia pun akan senang kalau kamu memberikannya sebuah kamera Lomo.

3. Dia tahu cara menghargai pasangannya…
Karena segala peralatannya bisa lebih mahal dari harga mobil, dia harus terbiasa ahli dalam menghargai dan merawat segala sesuatu yang berharga. Termasuk kamu :p

4. Bahkan di saat muram pun dia selalu bisa menemukan keindahan dari dirimu.
Ke mana pun lensanya mengarah, dia selalu berusaha mencari keindahan — terutama di tempat-tempat yang nggak disangka orang. Mungkin bagi kamu gedung tua di hari mendung itu serem, tapi baginya itu set yang magis untuk foto-foto sama pacar.

5. No Make-Up, No Problem
Jangan khawatir jika kamu belum dandan maksimal sebelum foto. Kamu bisa memintanya mengolah hasil jepretan di Photoshop. Lemak berlebih di pipi dan pinggang kamu juga bisa dipermak. Apapun yang kamu mau, deh!

6. Tiap kenangan indah yang kalian lewati bersama akan diabadikan dengan ciamik!
Karena dia selalu punya impuls untuk mendokumentasikan semua kejadian penting (dan bahkan yang gak begitu penting). Memori yang berbekas di pikiran kamu akan dia visualisasikan dengan keahliannya.

7. Siapa yang bisa menolak sensasi kencan saat sunrise dan sunset?
Obsesi fotografer untuk memotret saat golden hour secara gak langsung membawa kamu ke tempat kencan yang romantis dengan suasana ‘keemasan’ dari matahari yang terbit atau tenggelam.

8. Kamu Selalu Dibuat Tersenyum.
Sudah menjadi tugasnya untuk membuat orang lain tersenyum. Dengan dia, kamu jadi terbiasa menyunggingkan wajah terbaikmu setiap waktu.

9. Pengetahuannya yang luas bisa membuka wawasan kamu.
Fotografer punya kebiasaan membaca majalah ternama, seperti misalnya National Geographic. Walhasil, kamu bisa menggali berbagai pengetahuan darinya — dari hal-hal ajaib di permukaan bumi hingga tokoh-tokoh penting dalam sejarah.

10. Ukuran Gak Jadi Masalah…
Di tangan seorang fotografer, sebuah benda berukuran mungil sekalipun bisa terlihat besar. Begitu juga sebaliknya. Dia jadi terbiasa untuk nggak memusingkan ukuran tubuh kamu. Mau petite, mau tinggi semampai, nggak masalah.

Di suatu kerajaan, tinggal seorang putri raja yang cantik. Namun sang putri raja itu kesepian karena baru sebulan ditinggal mati sang pangeran.  Akhirnya, sang putri meminta kepada ayahnya untuk mencarikan pasangan.

Pastinya sang putri tidak sembarangan dalam memilih calon. Ada empat syarat untuk bisa mendapatkan sang putri: tidak boleh mata keranjang, tidak boleh ringan tangan, tidak boleh lari dari tanggungjawab, dan harus bisa memuaskan sang putri di atas ranjang.

Akhirnya, sang raja membuat sayembara. Dan dalam waktu singkat ratusan orang berbondong-bondong mendatangi sang putri. Namun belum ada yang bisa sanggup dengan empat syarat tadi.
Semingggu berlalu, belum ada seorang pun yang bisa. Dan semakin sepi yang berdatangan untuk sayembara itu.

Pagi pagi buta, terdengar suara orang mengetuk pintu cukup keras. Kebetulan sang putri yang membukakan pintu itu.
Sang putri lalu terdiam, dia melihat seorang pria cukup tampan yang duduk di kursi roda, memakai sarung pendek. Pria itu berkaki buntung, tangan buntung, dan matanya buta.

Sejenak sang putri terdiam memikirkan ada yang aneh. “Kok, bisa Bapak ini mengetuk pintu?” pikirnya.
Tidak lama pria itu bicara, “Selamat pagi, Putri.”
“Pagi juga, ada apa datang kemari?” tanyanya.
“Saya datang untuk mengikuti sayembara dari sang putri,” jawab pria itu

“Yang bener ?” sang putri keheranan.
“Iya, saya serius,” jawabnya.
“Okey, apa sudah tahu syarat-syaratnya?”
“Tentu, Putri. Syarat pertama tidak boleh mata keranjang, bagaimana saya mau lirik sana-sini sedangkan mata saya buta.

Syarat kedua tidak boleh ringan tangan, bagaimana bisa saya memukul putri sedangkan tangan saja saya tidak punya. Dan syarat ketiga tidak boleh lari dari tanggungjawab, Putri lihat sendiri saya sudah tidak punya kaki jadi saya tidak bakal meninggalkan sang putri.”

“Bener juga”, pikir sang putri sambil memperhatikan pria itu.
“Ok deh. Tiga syarat tadi saya terima, tapi bagaimana bisa dengan syarat saya yang keempat: yang bisa memuaskan saya di atas ranjang?”
Sambil tersenyum pria itu berkata, “Coba deh putri perhatikan, saya tadi mengetuk pintu pakai apa?”

“Tak ada pekerjaan yang berat. Jika merasa berat posisikan diri anda jangan dibawah, cobalah diatas.  Jika masih terasa berat gantilah pasangan anda.” by Mario Ozawa

“Mulailah dari yang kecil, karena yang besar dulunya juga kecil” by Mario Erot